Realita

Kamis, 17 Februari 2011

PIKIRAN

Pikiran adalah salah satu kemampuan manusia yang terpenting. Betapa tidak, manusia tidak hanya memiliki naluri tapi pikiran bahkan lebih dari itu, manusia memiliki Pemikiran! Pikiran menjadi alasan utama mengapa manusia terus ada di muka bumi, pelanet yg kita cintai ini! Berkat pemikiran, manusia juga memiliki kemampuan----menambah kemampuan. Sungguh anugerah yang luar biasa.

Usia ras manusia yang puluhan bahkan ratusan ribu tahun di pelanet ini, memicu begitu banyak dimensi yang tersingkap. Manusia yang memiliki pikiran, dialah yang mampu bertahan, berkehendak, bermoral, berusaha, dan hendaknya pikiran juga membuahkan kepercayaan pada sesuatu, yang disebut Kebenaran.

Berangkat dari pikiran, manusia menempuh perjalanan untuk menemukan kebenaran yang sampai hari ini tidak memiliki batas-batas yang benar, karena pikiran mengatakan Dia yang memiliki kebenaran ialah Dia yang tak Berbatas. Namun, manusia yang memiliki pikiran ia yang selalu memiliki kehendak, untuk terus menembus batas-batas yang sebelumnya ia yakini sebagai sebuah Kebenaran.

Akhirnya, Berusahalah dengan Pikiran-mu! dan Berbuatlah dengan Hatimu!

Sabtu, 05 Februari 2011

Aneh, Daftar Perguruan Tinggi Sekarang di Undang.

TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA - Informasi mengenai jalur undangan pada universitas-universitas negeri di Daerah Istimewa Yogyakata akan dirahasiakan. Ini karena Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga memutuskan untuk menerapkan sistem tertutup dalam pelaksanaan jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

"Sistem ini membawa konsekwensi data mengenai pendaftar maupun berapa jumlah kesempatan yang masih tersedia di tiap perguruan tinggi, tidak dapat diakses oleh umum," kata Ketua Panitia Lokal Seleksni Nasional dari UGM Budi Prasetyo Widyobroto dalam jumpa pers di Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta kemarin.

Hadir dalam jumpa pers itu Rektor UNY, Rochmat Wahab, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Musa Asy'ari, Ketua Panitia lokal Nurfina Aznam dari UNY.

Budi menjelaskan, kebijakan tertutup ini sengaja diambil untuk menghindari efek negatif jika diberitahukan ke publik. Namun tidak jelas apa yang dimaksud dengan efek negatif. Ketika ditanya Budi menolak menjelaskannya.

Jalur undangan merupakan versi baru penerimaan mahasiswa pergururan tinggi negeri. Ini merupakan kesepakatan dalam rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta pada tanggal 4 November 2010. Kesepakatannya, Seleksi Nasional 2011 akan dilaksanakan melalui dua cara: jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, dan: jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan.

Menurut situs resmi penerimaan jalur undangan http://undangan.snmptn.ac.id, setiap kepala boleh mendaftarkan siswa/siswi terbaiknya untuk mengikuti seleksi jalur ini. Ini penjaringan tanpa ujian tertulis maupun keterampilan. Sekolah dengan akreditasi A yang masuk jenis akselerasi boleh mendaftarkan semua pelajarnya ke jalur ini. Sementara sekolah reguler dengan akreditasi C hanya diperkenankan mendaftarkan 10 persen siswa terbaiknya.

Secara nasinal pendaftaran jalur undangan sudah dimulai awal bulan ini hingga 12 Maret mendatang. Adapun hasil seleksinya akan diumumkan pada 18 Mei.

Tahun ini dari 7.127 mahasiswa baru yang akan diterima UGM, 2.932 atau 41 persen di antaranya akan masuk lewat jalur undangan. UNY menerima sekitar 5109 mahasiswa baru, 1090 atau 21 persen lewat jalur undangan, 1976 atau 38 persen lewat ujian tertulis, sisanya jalur seleksi mandiri. Sedangkan UIN, dari 3500 mahasiswa baru yang akan diterima, hanya 674 atau 19 persen lewat jalur undangan, sisanya jalur mandiri dan ujian tertulis nasional.

Rektor UNY Rochmat Wahab mengatakan, meski sudah jatah jumlah siswa baru lewat jalur undangan, bisa saja tidak terisi semua jika memang tidak memenuhi syarat. “Yang di terima lewat jalur ini memang sedikit. Bagi sekolah yang belum terakreditasi masih bisa mendaftarkan lewat jalur ujian tertulis," katanya.

Ketua Panitia lokasi Nurfina Aznam, meminta Kepala sekolah yang mendaftarkan siswa-siswinya jujur mengisi data di komputer. Bagi sekolah/kepala sekolah yang tidak jujur dalam mengisi data muridnya akan mendapat hukuman yaitu tidak akan diikutkan dalam Seleksi Nasional selama tiga tahun.

Sementara itu, UGM akhirnya memutuskan mengembalikan 100 persen uang pendaftaran Ujian Mandiri yang telah dibayarkan peserta. Ada 7888 pendaftar yang telah membayar untuk seleksi yang rencananya akan berlangsung bulan Maret.
RESUME MATERI KULIAH
METODE PENELITIAN KUALITATIF


FILSAFAT PENELITIAN KUALITATIF

A. PENDEKATAN KUALITATIF
Berdasarkan sejarah sosial, pendekatan kualitatif dibangun berdasarkan tradisi pemikiran Jerman yang lebih banyak mengadopsi pemikiran filsafat Plato yang humanistis. Sebagaimana diketahui bahwa pandangan Plato terhadap manusia lebih banyak menempatkan manusia sebagai makhluk yang humanistis daripada manusia sebagai homo sapiens. Karena itu Plato memandang manusia sebagai manusia, bahkan Plato terlebih melihat manusia dipengaruhi oleh rasionya, karena itu manusia memiliki idealisme. Tradisi pemikiran Jerman yang Platonik, humanistis, idealistis ini mengilhami pemikiran Kant maupun Hegel tentang dunia ide yang kemudian melahirkan (menjadi akar tradisi) paradigma fenomenologi dalam penelitian sosial yang dikenal dengan paradigma penelitian kualitatif, di mana paradigma ini berseberangan (berhadapan) dengan tradisi pemikiran Inggris dan Perancis yang positivistik.

B. EMPIRISME
PENDEKATAN KUALITATIF
Upaya pendekatan kualitatif memecahkan misteri makna berdasarkan pada pengalaman peneliti dan objek kajiannya.
Pendekatan kualitatif memandang bahwa makna adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman seseorang dalam kehidupan sosialnya bersama orang lain.
Makna bukan sesuatu yang lahir di luar pengalaman objek penelitian atau peneliti, akan tetapai menjadi bagian terbesar dari kehidupan penelitian ataupun objek penelitian.

C. LAHIRNYA POSTPOSITIVISME
secara ontologis, postpositivisme bersifat criticial realism yang memandang bahwa realitas memang ada dalam kenyataan sesuai dengan hukum alam, tetapi suatu hal yang mustahil apabila suatu realitas dapat dilihat secara benar oleh manusia (peneliti);
secara metodologis pendekatan eksperimental melalui observasi tidak cukup, tetapi harus menggunakan metode triangulation, yaitu penggunaan bermacam-macam metode, sumber data, peneliti, dan teori;
secara epistimologis, hubungan antara pengamat atau peneliti dengan objek atau realitas yang diteliti tidak bisa dipisahkan, seperti yang diusulkan oleh aliran positivisme.

D. FENOMENA :
PENELITIAN KUALITATIF
Fenomena yang terjadi dalam penelitian membutuhkan proses-proses mental peneliti untuk memaknakannya, dengan demikian pandangan-pandangan Hegel tentang idealisme mempengaruhi peneliti-peneliti kualitatif dan ikut mengkonstruksi hasil-hasil penelitian.

E. KRITISME :
PENELITIAN KUALITATIF
Peneliti kualitatif adalah peneliti yang memiliki tingkat kritisme yang lebih dalam semua proses penelitian.
Kekuatan kritisme peneliti menjadi senjata utama menjalankan semua proses penelitian.
Pandangan-pandangan Kant bahwa kritisme adalah buah kerja rasional dan empiris seseorang, akan sangat membantu peneliti kualitatif membuka seluas-luasnya medan misteri.
Filsafat kritisme menjadi dasar yang kuat dan dalam seluruh proses penelitian kualitatif.

F. LAHIRNYA PENDEKATAN KUALITIF
Penelitian sebagai sistem ilmu pengetahuan, memainkan peran penting dalam bangunan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Penelitian menempatkan posisi yang paling urgen dalam ilmu pengetahuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan melindunginya dari kepunahan.
Penelitian memiliki kemampuan untuk meng-upgrade ilmu pengetahuan sehingga ilmu pengetahuan menjadi lebih up to date, canggih, aplicated, serta setiap saat aksiologis bagi masyarakat.
Tahapan penelitian kualitatif melampaui berbagai tahapan berpikir kritis-ilmiah, yang mana seorang peneliti memulai berpikir secara induktif, yaitu menangkap berbagai fakta atau fenomena-fenomena sosial, melalui pengamatan di lapangan, kemudian menganalisisnya dan kemudian berupaya melakukan teorisasi berdasarkan apa yang diamati itu.

G. BERPIKIR INDUKTIF
Peneliti diarahkan oleh produk berpikir induktif untuk menemukan jawaban logis terhadap apa yang sedang menjadi pusat perhatian dalam penelitian, dan akhirnya produk berpikir induktif menjadi jawaban sementara terhadap apa yang dipertanyakan dalam penelitian dan menjadi perhatian itu, jawaban tersebut dinamakan dengan berpikir induktif-analitis.

H. PENELITIAN :
PENCARIAN KEBENARAN














I. YANG DIBUTUHKAN PENELITI
• Objektif, faktual : memiliki sikap objektif dan peneliti memulai pembicaraannya berdasarkan fakta.
• Open, fair, responsible bersikap terbuka terhadap berbagai saran, kritik, dan bersikap wajar, jujur dalam pekerjaannya, serta dapat mempertanggungjawabkan semua pekerjaannya secara ilmiah.
• Curious, wanting to know, memiliki sikap ingin tahu terutama kepada apa yang diteliti dan senantiasa haus akan pengetahuan-pengetahuan baru, peka terhadap informasi dan data.
• Interview always, memiliki daya cipta, kreatif, dan senang terhadap inovasi.
• Think, critically, systematically, yaitu peneliti adalah orang memiliki wawasan, mempunyai kemampuan kritis, dan dapat berpikir sistematis.
• Able to create, innovate, yaitu peneliti harus memiliki kemmapuan mencipta karena harus selalu menemukan atau membuat penemuan-penemuan baru.
• Communicate affectivity, yaitu peneliti harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan mempengaruhi pihak lain dengan komunikasi itu.
• Able to identify and formulate problem clearly, yaitu mampu mengenal dan merumuskan dengan jelas.
• View a problem with a wider context, yaitu mampu melihat suatu masalah dalam konteks yang luas karena suatu masalah biasanya tidak berdiri sendiri.

Jumat, 04 Februari 2011

SosialLife: TEORI MODERNISASI:

SosialLife: TEORI MODERNISASI:: "BAB II TEORI MODERNISASI: PEMBANGUNAN SEBAGAI MASALAH INTERNAL I. PEMBAGIAN KERJA SECARA INTERNASIONAL Teori-teori ini pada dasarnya menyat..."

Entri Populer