Sebuah Pengantar
Sering kita merasa ada yang hilang saat pagi menyapa kehidupan baru kita setiap hari. Mengapa demikian ? Karena kita membutuhkan orang lain yang sebelumnya, selalu mengetuk pintu kamar kita, membukakan jendela dan mengusap kening kita untuk mengatakan "...sudah pagi...bangun!! Seolah kita merasa bahwa waktu baru saja dimulai, namun kita semua sadar bahwa lama sebelum kita ada, waktu telah menelan banyak cerita dan harapan dari apa yang kita sadar sebagai hidup!
Hidup merupakan serangkaian peluang acak tentang dua hal yang selalu bertentangan. Mungkin itu yang dapat diterjemahkan dalam benak saya. Ada banyak hal yang membuat hidup kita menjadi baik dan tidak baik. Memantapakan hati untuk sesuatu yang diinginkan masih menjadi resep jitu sepanjan masa untuk menghadapi persoalan hidup yang kini lebih dikenal sebagai ilmu pengetahuan.
Dahulu orang tidak mengenal relativitas dan semiotik bahasa. Kita semua hanya menggunakan dan menanti untuk mengetahui lebih dari apa yang kita sadari sebagai keinginan, ambisi, harapan, nafsu dan kekejaman. Selama ribuan tahun manusia terus mengembangkan apa yang disebut "bermanfaat" namun ada essensi yang hampir tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kehidupan dijalani dengan sesama maupun antar spesies.
Untuk sebuah renung awal yang mungkin kurang menarik ini saya ingin bahwa apa yang saya pikir dan lakukan berguna untuk kehidupan sesama atau antar manusia yang membacanya.
Hidup merupakan serangkaian peluang acak tentang dua hal yang selalu bertentangan. Mungkin itu yang dapat diterjemahkan dalam benak saya. Ada banyak hal yang membuat hidup kita menjadi baik dan tidak baik. Memantapakan hati untuk sesuatu yang diinginkan masih menjadi resep jitu sepanjan masa untuk menghadapi persoalan hidup yang kini lebih dikenal sebagai ilmu pengetahuan.
Dahulu orang tidak mengenal relativitas dan semiotik bahasa. Kita semua hanya menggunakan dan menanti untuk mengetahui lebih dari apa yang kita sadari sebagai keinginan, ambisi, harapan, nafsu dan kekejaman. Selama ribuan tahun manusia terus mengembangkan apa yang disebut "bermanfaat" namun ada essensi yang hampir tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kehidupan dijalani dengan sesama maupun antar spesies.
Untuk sebuah renung awal yang mungkin kurang menarik ini saya ingin bahwa apa yang saya pikir dan lakukan berguna untuk kehidupan sesama atau antar manusia yang membacanya.
